Friday, May 6, 2011

TKI DENGAN KESEDIHAN DAN KEBAHAGIAANNYA

Home » Jadi TKI Bangga Sekaligus Sedih
Jadi TKI Bangga Sekaligus Sedih
Pepatah orang Jawa mengatakan mangan ora mangan yen kumpul (makan tidak makan jika kumpul) sudah membuat rasa bahagia bagi sebuahkeluarga. Ini sebelum tahun 70-an sangat popular di masyarakat Jawa, khususnya masyarakat pedesaan.

Tapi pepatah itu sekarang ini sudah tidak popular lagi. Sebab, bisa tidak makan beneran dan menjadikan rasa tida bahagia bagi sebuah keluarga. Sekaran pepatah yang popular dan banyak dianut, adalah “Merantaulah kalau mau/akan merubah nasib.”

Banyak anggota keluarga di pedesaan yang kurang mampu, pergi ke berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Arab, Korea dan negara lainnya.

Keberangkatannya menjadi TKI, adayang jalur legal dan ilegal. Sebenarnya dilihat secara awam, legal dan ilegal tak ada beda.Yang legal jika bernasib jelek, pulang hanya membawa sengsara, bahkan kematian yang ada. Yang ilegal tapibernasib baik, pulang bisa membawa kebahagiaan dan harta banyak.

Keluarga Wa g i n e m penduduk Bantul mengaku ketika anak perempuannya pergi menjadi TKI di Malaysia 4 tahun lalu, mereka serasa kehilangan sesuatu yang tak bakal kembali. Semua bertangisan.

Padahal anaknya yang pergi hatinya berbunga bunga, karena keinginannya menjadi pekerja di luar negeri tercapai. Rasa sedih keluarga Waginem berbalik menjadi ceria setelah tahun pertama mendapat kiriman uang, yang kemudian bisa membayar hutangnya waktu mau berngkat menjadi TKI dan bisa membiayai adiknya yang masih sekolah SD.

Lebih lebih setelah kiriman datang secara rutin, kebahagiaan keluarga Waginem bertambah, karena sekarang telah bisa membangun rumah yang lebih baik dari sebelumnya. Empat tahun setelah habis kontrak kerjanya sebagai TKI, Tinah pulang dan bisa membawa bekal hasil tabungan saat di Malaysia.

Di rumah asalnya, Tinah yang sebetulnya janda beranak satu itu membuka warung bersama keluarga/orang tuanya dengan tingkat kehidupan yang sudah baik. Bagaimanapun kesuksesan anak diperantauan mmenjadi TKI menerbitkan kebanggaan tersendiri bagi keluarganya. Dikatakan

Sekretaris Paguyuban Perwakilan Daerah PJTKI DIY, kebanyakan TKI di Malaysia yang dikirim secara legal lewat PJTKI banyak yang sukses.

Pulang habis kontrak dirumahnya bisa membangun rumah dan buka usaha/warung. Di DIY ada sekitar 50 PJTKI yang menyalurkan TKI ke Malaysia hampir semua sukses. Yang gagal dan dengan nasib naas juga banyak kita dengar. Banyak TKI yang menjadi korban kekerasan, perkosaan dari para majikannya dan lainnya. Gaji tak dibayarkan, bahkan ada yang dianiaya hingga cacat.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment